Selasa, 29 Mei 2012

SILABUS MK.PROFESI KEGURUAN




SILABUS MATA KULIAH
PROFESI KEGURUAN








SILABUS MATA KULIAH

Program Studi                       : Kependidikan Islam (KI)
Nama Mata Kuliah               : Profesi Keguruan
Jumlah SKS                           : 2 (Dua)
Semester                                 :
Dosen                                      : 1. Drs. Sofyan, M.Pd.,  2. Sjakir Lobud, S.Ag.M Pd
Deskripsi                                :

Pendidikan pada hakekatnya adalah usaha membudayakan/memartabatkan manusia atau memanusiakan manusia, pendidikan amat strategis untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan diperlukan untuk meningkatkan mutu kehidupan bangsa secara menyeluruh. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya sehingga memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. 
Penyelenggaraan pendidikan di Indonesia merupakan suatu sistem pendidikan nasional yang diatur secara sistematis. Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab (UU No. 20 Tahun 2003). Dalam konteks tersebut keberadaan guru sebagai penentu keberhasilan tidak dapat dinafikan oleh siapapun sampai kapanpun waktunya; oleh karena itu profesi keguruan tidak dapat dilepaspisahkan dari nilai pengetahuan dasar (basic needs) karena kesadaran dan keterpanggilan untuk menjalankan profesi guru datang dari kecintaan terhadap peradaban manusia dalam mencapai kesempurnaan hidup, bukan karena nilai materil yang melekat pada profesi yang dijalankan. Guru yang bermutu adalah mereka yang dapat membelajarkan siswa secara tuntas, benar, dan hasil, dan untuk itu guru harus menguasai keahlian baik dalam disiplin ilmu pengetahuan maupun dalam metodologi pengajarannya.
Guru profesional adalah mereka yang memiliki kesadaran tinggi terhadap nilai-nilai kemanusiaan, memiliki pengetahuan luas dan dalam mengenai filosofi manusia dan tentunya tidak lepas dari kedalaman ilmu tentang filsafat manusia dan pendidikan. Pendidikan akan dapat dilaksanakan secara mantap, jelas arah tujuannya, relevan isi kurikulumnya, serta efektif dan efisien metode atau cara-cara pelaksanaannya hanya apabila dilaksanakan dengan mengacu pada suatu landasan yang kokoh. Sebab itu, sebelum melaksanakan pendidikan, para pendidik perlu terlebih dahulu memperkokoh landasan pendidikannya terlebih dahulu, mengetahuai dan memahami standar kualifikasi akademik dan kompetensi guru, tataaturan tentang jabatan guru, termasuk di dalamnya mengetahui dan faham benar tentang kode etik guru yang senantiasa melekat baik sedang melaksanakan tugas atau tidak, karena etika profesi guru merupakan rambu penentu sepak terjang seorang guru di manapun ia berada.

Profesi keguruan mempunyai dimensi yang sangat luas mulai dari pemahaman secara mendalam tentang wawasan yang mendasari pergaulan pendidikan antara guru-siswa, penguasaan materi ajar sampai kepada pemahaman tentang latar keadaan (setting). Profesi keguruan mensyaratkan pengetahuan dan pemahaman tentang bagaimana belajar dan pembelajaran itu harus disesuaikan dengan perkembangan peserta didik sehingga pendidikan dapat dilaksanakan secara optimal. Guru yang profesional senantiasa menjunjng tinggi kode etik keguruan dan harus.peka terhadap perubahan-perubahan, pembaharuan serta IPTEK yang terus berkembang sejalan dengan tuntutan kebutuhan masyarakat dan perkembangan jaman. Di sinilah tugas guru untuk senantiasa meningkatkan wawasan keilmuannya sehingga apa yang disampaikan kepada siswanya sesuai dengan kebutuhan stake holder dan up to date. Dalam mata kuliah ini akan dibahas tentang konsep profesi keguruan, sikap profesional keguruan, permasalahan yang dihadapi oleh guru, prinsip-prinsip yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran, cara –cara memotivasi siswa dalam belajar, fungsi dan tanggung jawab kepala sekolah, dan supervisi pendidikan.

Standar Kompetensi :
Mahasiswa dapat menguasai dan mampu mengimplementasikan tugas guru secara profesional, memahami kode etik keguruan, memiliki kemampuan untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh guru baik secara umum/ khusus, dan dapat mengembangkan karirnya sebagai guru dengan sebaik-baiknya.



Komponen Dasar
Indikator
Pengalaman Pembelajaran
Materi Ajar
Waktu
Alat/Bahan/Sumber Belajar
Penilaian
Mengidentifikasi konsep profesi keguruan

Mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan :
1.  Pengertian dan syarat profesi
2.  Kode etik profesi keguruan
3.  Organisasi profesi keguruan
1.  Mengkaji konsep Profesi keguruan
2.  Mendiskusikan permasalahan kode etik dan organisasi profesi keguruan
1.  Pengertian dan syarat profesi
2.  Kode etik profesi keguruan
3.  Organisasi profesi keguruan
200’
OHP, LCD, Laptop.
Moh. Uzer Usman, Menjadi Guru Profesional, 1996: 4-20
Soetjipto dan R. Kosasi, Profesi Keguruan, 1994: 13-34
PP No. 19/ 2005.
Portofolio
tes
essay.
Memahami sikap professional keguruan
Mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan :
1.  Pengertian profesi keguruan
2.  Sasaran sikap profesional
3.  Pengembangan sikap profesional
4.  Syarat-syarat menjadi guru professional
5.  Guru profesional sebagai komunikator dan fasilitator
Mengkaji dan mendiskusikan syarat-syarat menjadi guru professional dan pengembangannya
1.  Pengertian profesi keguruan
2.  Sasaran sikap professional
3.  Pengembangan sikap professional
4.  Syarat-syarat menjadi guru professional
5.  Guru professional sebagai komunikator dan fasilitator
300’
OHP, LCD, Laptop.
Moh. Uzer Usman, Menjadi Guru Profesional, 1996: 14-20
Soetjipto dan R. Kosasi, Profesi Keguruan, 1994: 39-51
Martinis Yamin, Profesionalisasi Guru dan Implikasi KTSP, 2007: 1-10
Portofolio dan tes essay serta tes obyektif.
1.  Memahami dan memiliki wawasan tentang prinsip-prinsip yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran
2.   Memahami dan memiliki wawasan tentang cara-cara memotivasi siswa dalam pembelajaran

Mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan :
1.  Prinsip-prinsip yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran
2.  Cara-cara memotivasi siswa dalam belajar
1.  Mengkaji dan mendiskusikan prinsip-prinsip yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran
2. Mengkaji dan mendiskusikan tentang cara-cara memotivasi siswa dalam belajar
1. Beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran
2. Cara memotivasi siswa dalam belajar, antara lain: belajar melalui model, belajar kebermaknaan, melakukan interaksi, penyajian yang menarik, temu tokoh, mengulangi kesimpulan materi, dan wisata alam
200’
OHP, LCD, Laptop.
Daryanto, Administrasi Pendidikan, 2006: 62-69
Muhroji dkk, Manajemen Pend., 2002: 49-55
Martinis Yamin, Profesionalisme Guru dan Imple-mentasi KTSP, 2007: 168-178
Portofolio dan tes essay.
Memahami dan memiliki wawasan tentang permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh guru
Mahasisiwa diharapkan dapat :
1.  Memahami permasalahan yang dihadapi oleh guru baik umum maupun khusus.
2. Membantu memberikan solusi terhadap permasalahan dan hambatan yang dihadapi oleh guru.
Mengkaji dan mendiskusikan tentang permasalahan yang dihadapi oleh guru
Permasalahan yang dihadapi oleh guru baik permasalahan umum maupun khusus
200’
OHP, LCD, Laptop.
Piet Sahertian, Supervisi Pend. 2000: 132-162
A. Samana, Profesionalisme Keguruan, 1994: 109-112
UU No. 14/ 2005
PP No. 19/ 2005.
Portofolio, Proses, Tes Essay dan Obyekif.
Memahami dan memiliki wawasan tentang supervisi, tujuan, teknik, dan metode supervisi serta mampu merencanakan supervisi pend.
Mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan:
1.  Supervisi pendidikan.
2.  Tugas supervisor pendidikan.
3.  Tujuan supervisi pendidikan.
4.  Teknik dan metode supervisi serta mampu merencanakan supervisi pendidikan
1.  Mengkaji dan mendiskusikan konsep dan perkembangan supervisi dalam lembaga pendidikan/ sekolah
1.      Pengertian supervisi.
2.      Fungsi dan tujuan supervisi.
3.      Prinsip supervisi
4.      Teknik dan Metode Supervisi
200’
OHP, LCD, Laptop.
Piet Sahertian, Supervisi Pend. 2000: 16-32, 34-53
Daryanto, Adm. Pendidikan, 2006: 169-207
Soetjipto dan R. Kosasi, Profesi Keguruan, 1994: 215-244
Imam Supardi, Dasar-dasar Adm. Pendidikan, 1988: 63-85
Pemberian tugas dan Presentasi makalah
Memahami dan memiliki wawasan tentang konsep kepemimpinan, teori-teori kepemimpinan, tugas dan tanggung jawab kepala sekolah
Mahasisiwa diharapkan dapat menjelaskan :
1.  Pengertian kepala, pemimpin dan kepemimpinan.
2.  Teori-teori kepemimpinan yang sesuai diterapkan dalam dunia pendidikan.
3.  Tugas dan tanggung jawab kepala sekolah
Mengkaji dan mendiskusikan konsep kepemimpinan dalam hubungannya dengan lembaga pendidikan/sekolah
1.  Pengertian Kepala, Pemimpin dan Kepemimpinan.
2.  Teori Kepemimpinan Kepala Sekolah
3.  Tugas dan tanggung jawab kepala sekolah
4.  manajemen penanganan konflik
300’
OHP, LCD, Laptop.
Wahjosumidjo, Kepemimpinan Kepala Sekolah, 2002: 349-369, 429-492
Muhroji dkk.,
Manaj. Pendidikan,
2002: 91-102
Daryanto, Adm. Pendidikan, 2006:
80-92
Pemberian tugas dan Presentasi makalah




Umpan Balik/Prosedur Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa


1.           Tugas mandiri dan tes yang akan dinilai adalah: (A) tugas mandiri, (B) tes formatif, (C) UTS (ujian tengah semester), dan (D) UAS (ujian akhir semester).
2.           Bobot A = 1, B = 2, C = 3, dan D = 4
3.           Nilai Akhir Semester adalah (AX1) + (BX2) + (CX3) + (DX4) : 4.
4.           Dengan skala 4, nilai tersebut dapat dipadankan sebagai berikut:
Baik Sekali          = 80 – 100
Baik                     = 70 – 79
Sedang                = 60 – 69
Kurang                = < 60

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar